Dapat kita pahami bahwa konsep utama PROPER yaitu EFISIENSI dan PENGHEMATAN. Dalam PERMENLHK No.1 Tahun 2021, terdapat kriteria penilaian penerapan sistem manajemen lingkungan untuk pemanfaatan sumber daya. Aspek-aspek lingkungan yang dikelola dalam sistem manajemen lingkungan mencakup seluruh kegiatan utama dalam unit bisnis yang bersangkutan. Jika cakupan sistem manajemen lingkungan hanya sebagian kecil atau bukan kegiatan utama, maka unit bisnis tersebut tidak dianggap memiliki sistem manajemen lingkungan.
Lalu bagaimana penerapan sistem manajemen lingkungan untuk pemanfaatan sumber daya yang efektif untuk mengimplementasikan PROPER Beyond Compliance Tahun 2025?

- Efisiensi Energi
Upaya yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi pemakaian energi melalui kegiatan-kegiatan peningkatan efisiensi yang ramah lingkungan seperti retrofit, efisiensi pada bangunan, ataupun efisiensi dalam sistem transportasi. Beberapa contoh program Efisiensi Energi yang dapat dilakukan adalah:- Liquid Elimination Based on Phase Envelope (LEBAH) di Anjungan Bravo oleh PT. Pertamina Hulu Energi – Offshore North West Jawa (PHE ONWJ)
- Anti Gusur Bumi oleh Star Energy Geothermal Darajat II, Limited
- Peningkatan Kinerja Turbin Surface Condenser dengan Optimalisasi Adjustment Tekanan Vakum oleh PT Pupuk Iskandar Muda
- BIN SYSTEM oleh PT. Agrowiratama
- Penurunan Emisi
Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi emisi bahan pencemar udara ke lingkungan dan upaya tersebut tidak menyebabkan pencemar ke media lain secara signifikan. Beberapa contoh program Penurunan Emisi yang dapat dilakukan adalah:- PROTEUS (Penggunaan Transformator untuk Reduksi Emisi) oleh PT. Pertamina EP Aset 4 – Field Cepu
- Annunciator Cooling Tower (ACTER) oleh PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang
- Metode Pengontrol Anti Lonjakan untuk Menggeser Pemakaian Aliran Gas Karbondioksida ke Arah Effisiensi pada Alat Kompresi Karbondioksida oleh PT. Pupuk Kujang
- BAG FERTILIZER oleh PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais
- Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air Limbah
Peningkatan kinerja sistem penyediaan air dilakukan dengan mencegah terjadinya kehilangan air akibat kebocoran, atau perbaikan sistem sehingga jumlah air yang hilang mengalami penurunan. Beberapa contoh program Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air Limbah yang dapat dilakukan adalah:- INNOVATION FAT TRAP ABIOTECH BIOREACTOR (IFTAR) oleh Medco Energi Sampang Pty. Ltd.
- PASTI (Pemanfaatan Air Sisa pada Pembuatan Air Desti) oleh Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd
- Efisiensi Air di Menara Pendingin (Cooling Tower) Pabrik Amoniak dengan Mengubah Sistem Drift Eliminator oleh PT. Pertokimia Gresik
- Oil Cooling HPU Tippler oleh PT. Sinar Agro Raya
- Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah B3
Kegiatan penghasil limbah B3 untuk mengurangi jumlah dan/ atau mengurangi sifat bahaya dan/ atau racun dari limbah B3 sebelum dihasilkan dari suatu usaha dan/ atau kegiatan. Serta, kegiatan penggunaan kembali, daur ulang, dan/ atau perolehan Kembali yang bertujuan untuk mengubah limbah B3 menjadi produk yang dapat digunakan sebagai substitusi bahan baku, bahan penolong, dan/ atau bahan bakar yang aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Beberapa contoh program Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah B3 yang dapat dilakukan adalah:- CONSOL (Condensate Solvent) oleh PT. Pertamina Hulu Kalimantan Timur
- HERITOR (High Efficiency Turbine Oil Dehydrator) oleh PT PJB UP Muara Tawar
- Penggantian Komponen Primary Reformer dengan Menggunakan Metode Half Partial Charge oleh PT Pupuk Iskandar Muda
- Bio-Taribb: Penggunaan Metaribb Berbahan Aktif Jamur Metarhizium Anisopliae sebagai Bioinsektisida Ramah Lingkungan oleh PT. Kayung Agro Lestari
- Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah Non B3
Dalam PERMENLHK No. 1 Tahun 2021, disebutkan bahwa kebijakan pengelolaan limbah Non-B3 yang selama dari tiga dekade hanya bertumpu pada pendekatan kumpul-angkut-buang (end of pipe) dengan mengandalkan keberadaan TPA, diubah dengan pendekatan reduce at source dan resource recycle melalui penerapan 3R. Beberapa contoh program Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah Non B3 yang dapat dilakukan adalah:- Industrial Biopori (IN-POR) oleh Saka Indonesia Pangkah Limited
- IClamCycle: Grinding Methods on Recycling Sea Clam for Filter Media oleh PT Indonesia Pro Pomu
- Gardenship Waste Plant Through Vermicomposting Eisenia Fetida oleh PT Pupuk Sriwidjaja
- BOLT (Pemanfaatan Baja Menjadi Tutup Conveyor Belt) oleh PT. Hari Sawit Jaya – PMKS Negeri Lama I
Kegiatan pengurangan dan pemanfaatan limbah non-B3 meliputi pembatasan timbulan, kegiatan daur ulang dan pemanfaatan kembali limbah nonB3. Implementasi kegiatan dilakukan melalui penggunaan bahan yang dapat diguna ulang, didaur ulang dan/atau mudah diurai, serta kebijakan pengumpulan dan penyerahan kembali kemasan yang berasal dari produk dan/atau kemasan yang sudah digunakan (extended producer responsibility). Sedangkan pemanfaatan limbah nonB3 dilakukan melalui kegiatan pendauran ulang limbah nonB3 dari bahan baku produksi yang dapat didaur ulang dan/atau yang berasal dari limbah yang ditarik kembali.
- Keanekaragaman Hayati
Meliputi konservasi insitu dan eksitu. Konservasi insitu meliputi metode dan alat untuk melindingi spesies, keragaman genetic dan habitat dalam ekosistem lainnya. Sedangkan konservasi eksitu meliputi metode dan alat untuk melindungi spesies tanaman, satwa liar, dan organisme mikro serta variets genetic di luar habitat atau ekosistem aslinya. Beberapa contoh program Keanekaragaman Hayati yang dapat dilakukan adalah:- Inovasi REMAP Nature Based Solution Initiative (Rehabilitasi Mangrove Melalui Inisiatif Pendekatan Nature Based Solution) oleh Saka Indonesia Pangkah Limited
- Rumah Breeding Elang Jawa “Umbrella” oleh PT. Indonesia Power – Unit PLTP Gunung Salak
- Gabion Berbentuk Konis Dengan Pot Sabut Kelapa Sebagai Media Rehabilitasi Mangrove oleh PT. Petrokimia Gresik
- Konservasi Satwa Buceros Rhinoceros Sebagai Satwa Liar Langka Dilindungi oleh PT. Rigunas Agri Utama – PMKS Bungo Tebo
Tentunya masih banyak lagi program yang dapat dibuat oleh perusahaan untuk menciptakan cara yang efektif dan efisiensi untuk mencapai perbaikan lingkungan yang lebih baik di setiap tahunnya. Gunakan artikel ini untuk berdiskusi lebih lanjut dengan tim ahli PROPER kami mengenai strategi mencapai Proper Biru, Proper Hijau dan Proper Emas atau membutuhkan Penyusunan dan Pendampingan Dokumen Hijau, Pelatihan, Gap Analisis, sesuai kebutuhan perusahaan anda saat ini secara GRATIS ? Jangan ragu untuk menghubungi tim kami di:
Email: envirohbp@hbpkonsultan.com
Nomor HP: 0811-1030-133
Tim Penulis: Richa. A – Senior Environment Analyst



